===


Taiwan, 
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan, Nur Yuliati (31), melaporkan kasus penipuan ke Polres Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Dia mengaku tertipu miliaran rupiah oleh suami siri yang dikenalnya di media sosial Facebook.

Yuli yang berdomisili di Gebang Cirebon, Jawa Barat, ini merantau ke Taiwan sejak 2016 silam. Dia bekerja sebagai perawat orang tua di keluarga di sana. Dia mengaku ditipu seorang pria bernama M Yusuf Sudarsono yang dikenalnya dari Facebook.

"Awal kenal dengan Yusuf sejak 2017. Kemudian kami sering komunikasi melalui chattingan di FB," ujar Nur Yuliati membuka percakapan, saat ditemui di Desa Pesantunan Wanasari, Brebes, Senin (22/2/2021).

Yuli mengaku semakin dekat dengan Yusuf pada 2018. Kepada Yuli, Yusuf mengaku sebagai manajer di perusahaan dan berniat meminangnya ke pelaminan.

"Yusuf itu merayu mengajak menikah. Dia mengaku manager PT Unilever dan sudah punya istri, tapi sudah mendapat restu dari istri pertamanya. Saya tertarik karena sering melakukan kegiatan sosial dan keagamaan," kata Yuli.

Dari kedekatan itu, Yuli akhirnya menuruti keinginan Yusuf ketika ditawari investasi bisnis kantin di Cikarang. Yuli mengaku pertama kali mengirimkan uang sebesar Rp 8 juta pada Juni 2018. Kemudian berturut-turut hingga totalnya mencapai Rp 60 juta.

"Awalnya minta Rp 8 juta pada Juni 2018, dan dua bulan berikutnya kirim lagi dan terus-menerus hingga jumlah totalnya Rp 60 juta. Semua bukti pengiriman saya punya. Namun aneh, saat ditanya soal hasilnya, dia bilang jangan tanya hasil dulu karena pembukuannya amburadul," ungkapnya sambil menunjukkan bukti transferan.

Yuli pun mengaku merasa janggal dengan alasan tersebut, namun tetap mengirimkan sejumlah uang. Setelah investasi, Yusuf juga pernah memintanya mengirimkan uang untuk keperluan berobat akibat kecelakaan.

Tak berhenti di situ, Yuli menyebut sejak pertengahan 2018 hingga akhir Desember 2019 dia selalu mengirimkan uang ke Yusuf sekitar Rp 7-8 juta per bulan. Yusuf juga masih menawarkan proyek investasi untuk membangun perusahaan baru pada 2019 lalu.
[ads-post]
"Total untuk urusan usaha kantin dan membuat perusahaan waktu itu dari mengurus amdal sampai berdiri perusahaan uang yang dikirim mencapai Rp 600 juta," terangnya.

Yusuf juga mengetahui hubungan Yuli dengan majikannya cukup baik dan meminta kekasihnya itu untuk mengajak sang majikan berinvestasi pengolahan limbah. Yusuf, kata Yuli, bahkan mencatut nama Presiden Jokowi dan mengklaim sebagai pihak yang ditunjuk untuk mengelola proyek nasional tersebut.

"Ada kopian chattinganya kalau dia nyatut nama presiden. Katanya dia ditunjuk sebagai pihak yang akan mengelola pabrik pengolahan limbah. Sebanyak 50 ribu USD dikirim pada 1 Juni 2020. Kedua, 35 USD pada 2 Juli 2020. Total investasi yang dibutuhkan menurut dia itu cukup besar semua mencapai Rp 30 miliar," ungkap Yuli sambil memperlihatkan kopian chattingan Yusuf.

Kemudian Yuli pulang ke tanah air dan menjalani karantina di Wisma Atlet pada 12 Juli 2020. Dari Jakarta Yuli dijemput Yusuf untuk diajak ke Brebes.

Kala itu Yuli mengaku membawa uang Rp 3,1 miliar dari pinjaman majikannya di Taiwan. Yuli mengatakan uang itu lalu diminta oleh Yusuf untuk alasan investasi perusahaan. Yuli lalu mentransfer uang senilai Rp 2 miliar pada 16 Juli 2020.

Keesokan harinya Yuli diajak menikah siri dengan Yusuf di Jatibarang dengan surat nikah keluaran Subang, Jawa Barat. Pasangan pengantin baru ini lalu tinggal di Kompleks Desa Pulosari, Brebes. Usai menikah, Yuli juga sempat diminta mentransfer uang Rp 1 miliar pada 21 Juli 2020.

"Percaya saja waktu itu, apalagi dia sudah menikahi saya. Terakhir pada 21 Juli saya transfer Rp 1 miliar," sesal Yuli.

Pernikahan keduanya tak berlangsung lama, Yuli dan Yusuf akhirnya cerai karena diduga adanya orang ketiga. Yuli pun kembali ke Cirebon.

"Ternyata ajakan menikah hanya untuk mengambil uang yang saya bawa. Saya mau uang itu kembali semua. Investasi yang ditawarkan bodong. Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Brebes," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Yusuf, Joko Prasetyo, menampik semua tudingan penipuan yang dilontarkan Yuli. Dia menyebut kasus ini murni perdata bukan pidana karena semua transaksi dilengkapi berita acara utang.

"Atas laporan Yuli, saya lihat dari bukti bukti itu masuk ranah perdata, karena ada acara pinjam uang. Penggunaan uang itu juga atas pengetahuan Yuli," kata Joko saat ditemui di Jalan Yos Sudarso, Brebes.

Di lokasi yang sama, Yusuf mengaku siap mengembalikan duit yang dipinjam dari Yuli maupun majikannya. Namun, dia mengaku masih butuh waktu untuk mengembalikan duit tersebut.

"Memang harus dikembalikan. Karena memang akadnya pinjam uang. Saya siap kembalikan Rp 1 miliar dulu tapi Yuli menolak dan meminta untuk dikembalikan secara utuh," ucap Yusuf.

Yusuf menerangkan duit senilai 85 ribu USD dari majikan Yuli dalam bentuk utang untuk membeli saham perusahaan. Sementara uang senilai Rp 3 miliar disebutnya bukan penipuan karena penggunaannya sepengetahuan Yuli.

"Total yang 85 ribu USD itu pinjaman untuk beli saham. Kemudian yang Rp 3 miliar itu juga bukan penipuan, karena penggunaannya atas sepengetahuan Yuli," tegas Yusuf.

Dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Agus Supriyadi, mengatakan masih menyelidiki kasus ini. Pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi saksi.

"Kasus ini masih dalam proses hukum. Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi saksi," jelas Agus. [detiknews]


Taiwan 22 Februari 2021, 
Baru - baru ini pemerintah Taiwan melalui kementerian kesehatan mengungkapkan akan membuka pintu atau mencabut larangan pengunjung asing ke Taiwan. Sebagaimana diketahui sebelumnya Taiwan menetapkan larangan masuk untuk warga asing hampir selama 2 bulan ini untuk mencegah menyebarkan varian baru dari covid19.

Sejak 1 Januari, hanya warga negara Taiwan, penduduk, dan orang-orang dalam beberapa kategori saja yang diizinkan memasuki Taiwan dengan syarat menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif. Semua penerbangan transit melalui Taiwan juga telah dihentikan sejak saat itu.

Varian baru virus pertama kali terdeteksi di Inggris tetapi sekarang telah ditemukan di Eropa, Asia dan Afrika, menurut Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC).
[ads-post]
Saat ditanya tentang rencana ini, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung (陳 時 中) mengatakan berencana akan melonggarkan aturan ini mulai 1 Maret 2021 nanti, namun keputusan final atau resminya masih belum dikeluarkan atau dibuat.

Namun ia juga mengatakan, kalau aturan ini benar benar diberlakukan nanti, ia tetap mewajibkan penngunjung menjalani karantina wajib 14 hari baik di kamar hotel karantina, pusat karantina yang ditunjuk pemerintah atau di rumah pribadi jika hanya orang di karantina yang tinggal di kediaman.

Apakah aturan ini juga akan berlaku untuk para TKI yang hingga saat ini belum diperbolehkan memasuki Taiwan?

Menurut informasi, aturan ini hanya berlaku untuk orang asing saja dan belum ada ketentuan untuk TKI. Hingga saat ini, Taiwan belum memberikan sinyal akan membuka kran penerimaan TKI lagi.

Sementara pihak Indonesia juga belum membuka pengiriman TKI ke Taiwan, sejak ditutup beberapa waktu lalu hingga saat ini belum ada keputusan resmi dibuka.


Ketua Satgas Covid-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, mengatakan sebanyak 1.214 warga asing dan warga Indonesia yang tiba dari luar negeri terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 28 Desember 2020 hingga 18 Februari 2021, Doni mengatakan sebanyak 1.092 WNI dan 122 WNA terkonfirmasi positif corona saat tiba di Indonesia.

Padahal, ribuan WNA dan WNI tersebut telah memegang surat keterangan bebas corona sebelum tiba di Indonesia.

"Sekarang pertanyaannya adalah apakah mereka ini terpapar tetapi belum terinfeksi atau terpapar selama penerbangan," kata Doni dalam jumpa pers Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jilid 3 pada Sabtu (20/2).

"Ini yang menjadi tugas kami bersama Kementerian Kesehatan untuk mencari informasi lebih lanjut," lanjutnya.

Doni menuturkan Satgas Covid-19 juga memetakan sebagian besar pendatang yang terinfeksi corona itu datang dari 10 negara.
[ads-post]
Sepuluh negara itu terdiri dari Arab Saudi sebanyak 345 WNI/TKI, Uni Emirat Arab sebanyak 9 WNA dan 245 WNI/TKI, Turki sebanyak 3 WNA dan 102 WNI/TKI, Malaysia sebanyak 6 WNA dan 73 WNI/TKI, dan Qatar sebanyak 12 WNA dan 57 WNI/TKI.

Sementara itu, sebanyak 4 WNA dan 43 WNI/TKI positif corona setibanya dari Singapura, 12 WNA dan 32 WNI/TKI positif Covid-19 setibanya dari Jepang, 10 WNA dan 19 WNI/TKI terpapar setibanya dari Korea Selatan, 3 WNA dan 25 WNI/TKI terinfeksi corona setibanya dari Hong Kong, serta 3 WNA dan 22 WNI/TKI dari Taiwan positif corona.

Doni mengatakan sebanyak 1.214 pendatang positif corona itu terjaring setelah Satgas Covid-19 memeriksa setidaknya 58.882 spesimen.

"Swab pertama terjaring 889 pendatang yang positif, tetap lakukan karantina bagi mereka yang positif, dan swab ke-dua terjaring lagi 325 pendatang yang positif selama 29 Desember 2020-18 Februari 2021," kata Doni.

Lebih lanjut, Doni menganggap kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan program pemeriksaan bagi pendatang dari luar negeri sangat efektif menekan penularan corona di dalam negeri.

"Jika pemeriksaan ini lalai, mungkin kasus Covid-19 di Indonesia akan lebih besar lagi," ujarnya menambahkan.

cnnindonesia


Taiwan 20 Februari 2021, 
Beberapa hari ini beredar kabar viral dimedia sosial terkait membawa emas dari Taiwan dan terkena denda yang sangat besar sekali.

Informasi itu beredar dengan screenshort postingan facebook yang diunggah oleh Wastini Tini. Dalam postingannya ia mengatakan "Sekarang gak boleh bawa emas dari Taiwan. 1 gram kena denda 7 juta 5 gram kena denda 25 juta. Indonesiaku lagi haus uang jadi TKI digituin" Tulisnya dalam akun facebook seperti dalam screenshort dibawah ini.
Menelusuri hal ini, admin mencoba menggali informasi dari berbagai pihak termasuk dari mbok cikrak dan faisal soh yang berada di Taiwan untuk memastikan informasi ini.
[ads-post]
Dari penelusuran yang didapat, hal ini adalah informasi hoaks alias tidak benar, informasi menyesatkan dan hanya ingin membuat kegaduhan saja.

Mbok Cikrak yang ditanya redaksi mengatakan "Emas itu boleh dibawa asal dibawah NT$500.000 nilainya" Ujar Mbok Cikrak.

Lebih lanjut ia menjelaskan sebagai berikut aturannya yang pasti. Aturan ini berlaku di Taiwan saat akan keluar Taiwan.
  1. Dolar Taiwan Baru: Di bawah 100.000 yuan.
  2. RMB: Kurang dari 20.000 yuan.
  3. Mata uang asing: setara dengan USD 10.000 atau kurang.
  4. Surat berharga: cek, cek kasir, cek perjalanan, wesel, setara dengan kurang dari 10.000 dolar AS.
  5. Emas: setara dengan kurang dari US $ 20.000 atau setara 280juta rupiah.
  6. Barang lain yang berisiko pencucian uang: berlian, permata, platinum untuk penggunaan pribadi, kurang dari NT $ 500.000.
Sementara informasi dari pihak terkait di Indonesia, untuk perhiasan yang dipakai, aman dan tidak akan terkena bea cukai kecuali melebihi batas wajar. Adapun biaya bea cukai tak seperti yang dikatakan dipostingan tersebut.

Biasanya petugas akan melakukan pengecekan apakah nilainya melebihi peraturan atau tidak. Misalnya, barang-barang mewah seperti gadget, tas, elektronik,  perhiasan hingga mainan.

Adapun tas mewah dan perhiasan masih sering diperiksa petugas meski sudah keluar dari kotaknya. Hal ini disebabkan banyak kejadian para pengusaha online shop yang bandel dan menghindari bayar bea masuk.

Mereka sering memalsukan barang jualan sebagai barang pribadi. Untungnya, para petugas sangat jeli dalam membedakan mana barang lama dan mana barang baru.

Teman - teman BMI diharapkan tidak panik dengan berita yang tidak jelas sumbernya atau hanya sekedar postingan facebook.


SUARABMI
- Diduga karena mengalami depresi, S warga desa Semoyang Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), Rabu, 10 Februari 2021, nekat menghabisi hidup dengan cara gantung diri. Pria 28 tahun tersebut, diduga depresi ditinggal istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) sejak dua pekan lalu. Oleh keluarganya, korban pun langsung dikebumikan.

Kapolsek Praya Timur, Iptu Dami mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sekitar pukul 06.30 wita. Saat ini, saksi baru bangun dan keluar kamarnya. Namun tak disangka, begitu keluar kamar saksi mendapati pemandangan yang mengejutkan.

Saksi melihat tubuh anaknya menggantung disebuah tali tambang yang diikat di langit-langit rumah. Sontak, kejadian itu membuat sanksi berteriak histeris. Hingga mengagetkan warga sekitar yang langsung berdatangan ke rumah korban.

Mengetahui korban menggantung, warga lantas berusaha mengevakuasi tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa. “Saat ditemukan dan kemudian diturunkan oleh warga, korban sudah meninggal dunia,” ungkap Dami.
[ads-post]
Aparat kepolisian yang mendapat laporan tersebut, beberapa saat kemudian datang ke lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), guna mencari tahu penyebab kematian korban. Dari keterangan yang diperoleh, korban diduga kuat meninggal karena gantung diri.

“Di tangan korban juga terdapat luka sayat benda tajam,” imbuhnya. Sehingga polisi menduga, sebelum gantung diri korban juga sempat berusaha mengakhiri hidupnya dengan cara melukai tangannya menggunakan pisau cutter. Tapi rupanya tidak berhasil, sehingga akhirnya memutuskan untuk gantung diri.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban mengatakan menerima sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Berdasarkan pertimbangan itu, pihak kepolisian tidak melanjutkan penyelidikan terhadap kasus kematian korban. “Penyelidikan tidak kita lanjutkan karena pihak korban menyatakan menerima peristiwa itu dan menolak untuk dilakukannya otopsi,” jelas Dami.

Menurut pengakuan pihak keluarga korban, tingkat laku korban berubah drastis sejak dua pekan yang lalu. Tepatnya setelah ditinggal istrinya ke luar negeri untuk menjadi PMI. Korban terlihat frustasi dan lebih memilih untuk menyendiri. Hal yang diduga menjadi penyebab korban nekat bunuh diri dengan cara gantung diri. [suarantb]


Singapura Februari 2021, 
Nuur Audadi Yusoff dijatuhi hukuman penjara 10 bulan dan 2 minggu oleh Pengadilan Singapura setelah terbukti bersalah menyiksa berkali-kali pembantunya, seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) bernama Sulis Setyowati. 

The Straits Times mengabarkan pertengahan pekan ini, Sulis bahkan harus diam-diam pada dini hari memanjat turun dari balkon apartemen lantai 15 di distrik Yishun, Singapura Utara, tempat dia bekerja untuk meloloskan diri dari kekejaman Nuur. 

Kebrutalan si majikan akhirnya diketahui setelah Sulis melaporkannya ke Kepolisian Singapura. Sulis nekat mengambil resiko tinggi setelah kerap disiksa ketika bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga ( ART) dari kurun waktu Januari hingga April 2018. Awal kekejaman Nuur dimulai dengan meludahi dan menampar wajah Sulis.
[ads-post]
TKI berusia 24 tahun itu sempat mengajukan pengunduran diri yang ditolak oleh Nuur. Dia ketika itu berjanji tidak akan menganiaya Sulis lagi. 

Sulis juga akhirnya memutuskan bertahan karena dia memerlukan gaji sebesar 580 dollar Singapura (Rp 6,1 juta) per bulan untuk menghidupi anaknya di Jawa Timur. Namun Nuur mengingkari janjinya. Hanya berselang 10 hari, dia mendapati pembantunya itu mengunggah foto anak Nuur di Facebook.

Berang, Nuur mendamprat wajah dan tangan TKI malang itu dengan ponsel dan kemudian melempar ponsel korban. 

Akibatnya, wajah Sulis bersimbah darah. Setelah kejadian itu, kekejaman Nuur semakin menjadi-jadi. Dia menyita handphone Sulis dan terus menampar, menjambak rambut, menendang kepala dan memukul kepala korban dengan sapu dan payung. Majikan berusia 31 tahun itu juga menyebut Sulis sebagai seorang pel*cur dan menuduhnya telah menggoda suaminya.

Hakim Ronald Gwee mengatakan hukuman ini layak dijatuhkan kepada Nuur sebagai peringatan bahwa kekejaman terhadap ART tidak akan ditolerir di Singapura. Apalagi Sulis harus mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan diri. 

Nuur mengaku bersalah atas 6 pasal kriminal. Dia juga telah membayar lebih dari 7.000 dollar Singapura (Rp 74 juta) sebagai bentuk kompensasi terhadap Sulis.
Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini