SuaraBMI - 
Desa Pondok Babadan sempat membuat heboh dengan PERDES yang menyebutkan, Pekerja Migran Idnonesia ( PMI ) Pondok Babadan yang mengajukan cerai suami bisa kena sanksi denda 50 Juta rupiah. 

Tak pelak, informasi tersebut membuat pro kontra di masyarakat. Ada yang menanggapi positif ada juga yang negatif. 

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tersebut, Arif Yulianto, dari Komunitas Pekerja Migran Desa Pondok yang biasa dikenal dengan KOPI akhirnya angkat bicara. 

Menurut Arif, sebenarnya di PERDES tidak menyebutkan denda. Saat pembuatan Perdes, muncul wacana yang beredar di masyarakat Desa Pondok, supaya pihak yang mengajukan cerai didenda saja biar kapok.
[ads-post]
Faktanya, di dalam PERDES sampai sekarang tidak menyebutkan denda. Dalam isi salah satu PERDES tersebut adalah, ketika PMI mau pergi ke luar negeri, untuk izin terlebih dahulu kepada suami dan juga perangkat desa. 

Untuk selanjutnya pihak kepala desa mendatangkan kedua belah pihak, dan mereka berdua membuat kesepakatan. 

Kesepakatan itu diantaranya adalah kesepakatan untuk tidak bercerai ketika masih berada dalam kontrak bekerja di luar negeri. 

Artinya jika ingin bercerai harus pulang dulu. Arif menambahkan jika PERDES itu dibuat karena angka perceraian di Ponorogo tinggi dan salah satunya disumbangkan oleh PMI. Di desa Pondok saja masih kata Arif, ada sebanyak 200 sampai 300 warga yang menjadi PMI.

gemasuryafm


Taiwan - 
Seorang WNI / PMI swasta di Taiwan ikut tertangkap dalam razia pengguna dan pengedar obat terlarang dikawasan Puxin Taiwan.

Saat tertangkap, wanita tersebut diketahui dalam kondisi h4mil. Penangkapan inipun juga diunggah oleh Faisal Soh dalam akun facebooknya. Ia menulis seperti ini.

WNI LAGI ! Malah h4mil, ndak tau anak siapa.
GAK KASIHANKAH KAMU DENGAN JANIN dan KELUARGAMU?
Tujuan datang Taiwan ngapain sih?
Masuk pergaulan begono biar terlihat keren, lebih wow?
Kalau sudah begini, nanggis sampe matamu keringpun uda percuma.

PUASA, OJO MENGHUJAT DI KOLOM KOMENTAR. JAGA HATI MASING-MASING.

Nih gw bagi kalian Peraturan Hukum tentang [ peredaran/penjual] serta [ pemakai ] narkoba di Taiwan menurut sepengetahuan saya.

⚠️BACA NIH ↙️ NGERI HUKAMANNYA !

Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Narkoba pasal 4
[ads-post]
Golongan 1: Mereka yang memproduksi, mengangkut, atau menjual obat-obatan akan ✅[dihukum mati atau penjara seumur hidup ]; mereka yang dihukum penjara seumur hidup akan [ didenda maksimal NT 30 juta ]

Jenis : Heroin, morphine, opium, cocaine

Golongan 2: Mereka yang memproduksi, mengangkut, atau menjual obat-obatan akan dihukum ✅[ penjara seumur hidup atau pidana sepuluh tahun penjara keatas ], dan [ denda maksimal NT 15 juta ]

Jenis : Amphetamine , ganja, MDMA , LSD

Golongan 3: Mereka yang memproduksi, mengangkut, atau menjual obat-obatan akan dihukum ✅[ tujuh tahun penjara keatas ] dan [ denda maksimal NT 10 juta ]

Jenis : Triazolam , Flunitrazepam , Ketamine

Golongan 4: Mereka yang memproduksi, mengangkut, atau menjual obat-obatan akan dihukum ✅[ penjara minimal 5 tahun maksimal 12 tahun ] dan [ denda maksimal NT 5 juta ]

Jenis : Xanax , Valium , 5-MeO-DIPT

Mereka yang membuat, mengangkut, atau menjual peralatan yang digunakan secara eksklusif untuk pembuatan atau pemberian obat-obatan akan dihukum penjara [ minimal 1 tahun dan maksimal 7 tahun], dan [ denda maksimal NT 1,5 juta ]

Sedangkan penguna untuk narkoba golongan 1 dan 2 juga akan mendapat rehabilitasi, hukum pidana penjara serta denda. Golongan 3 dan 4 rehabitiasi dan denda.

Hukuman akan diperberat jika penguna mengulangi pemakaiannya lagi.

DEPORTASI TETAP DILAKUKAN TAPI SETELAH MENJALANKAN VONIS HUKUMAN SAMPAI SELESAI DI TAIWAN. 


SUARABMI - 
Kabar duka hadir di awal puasa, menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cilamaya Wetan, Karawang, Wiwin Winarti (41) yang meninggal di Guangzhou, China.

Tersiar kabar meninggalnya Wiwin, baru di dapat oleh Rizki Aditya (18) anak kandungnya, dari sahabat TKW nya yang sama bekerja di Cina.

"Jadi Almarhumah meninggal pada bulan Februari, dan kabar meninggalnya baru hari ini saya tau, dari temannya almarhumah," katanya saat dihubungi melalui telepon selular, Selasa (13/2/2021).

Meninggalnya Wiwin, Rizky mengungkapkan, pada hari Senin (5/2) pagi hari, berangkat bersama keluarga majikan ke tempat wisata. Sore harinya tiba di rumah jam 5 sore, Wiwin pingsan dan tidak sadarkan diri hingga di bawa ke rumah sakit oleh majikan.

"Ibu saya katanya pingsan, hingga di bawa ke rumah sakit oleh majikan dan menelpon saya untuk melihat kondisi Wiwin saat itu, Senin, 15 Februari 2021," kata Rizky menuturkan apa yang Uun jelaskan.

Kemudian, katanya ia baru mendapatkan beberapa dokumen diagnosa, hasil pemeriksaan, dan hasil pembayaran biaya rumah sakit.

"Jadi, diagnosanya, almarhumah meninggal karena pecah pembuluh darah di bagian kepala. Hingga mengeluarkan banyak cairan dan darah dari hidung hingga telinga, selanjutnya dilakukan operasi," ungkapnya.
[ads-post]
Lanjutnya, almarhumah dirawat selama tujuh hari hingga tutup usia. Adapun biaya rumah sakit dibayarkan oleh majikannya sebesar 150 juta.

"Jadi pada Jum'at 21 Februari, ibu saya dinyatakan telah meninggal jam dua siang di rumah sakit Shanghai China, dan biaya sudah dibayar oleh majikannya totalnya itu 150 juta," terangnya.

Kini, pihak keluarga tengah memulangkan jenazahnya ke Indonesia, dengan dibantu oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Saat dikonfirmasi, Sekertaris Jenderal (Sekjen) SBMI Boby Alwi mengungkapkan pihaknya malam ini tengah menunggu kedatangan jenazah almarhumah di Bandara Soekarno Hatta.

"Jadi malam ini antara jam 8 atau 9 jenazahnya datang di bandara Soekarno Hatta," ujarnya.

Ditanya adanya kejanggalan, menurut Boby, pihaknya belum mendapatkan kejelasan pasti adanya dugaan kekerasan, atau kejanggalan lainnya.

"Kami nanti menunggu jenazahnya, dulu dan berita acara penyerahannya, seperti apa jelasnya," terangnya.

Sementara itu, terkait dokumen TKW yang dimiliki almarhumah, menurut Boby, ada indikasi menjadi korban sindikat penyalur tenaga kerja ilegal.

"Nah, kalau dokumen yang saya dapatkan, almarhumah ini memakai visa turis, dan yang jelas melanggar adalah Indonesia tidak ada perjanjian bilateral terkait penempatan tenaga kerja di Cina, ini bisa dikatakan korban dari sindikat penyalur tenaga kerja ilegal," jelasnya.

Dampaknya, kata Boby, pihak keluarga almarhumah tidak mendapatkan jaminan kematian, yang sebenarnya wajib diberikan kepada keluarga.

"Jadi yang saya kasihan itu, kalau dokumennya tidak sesuai prosedur keluarga yang ditinggalkan tidak mendapat jaminan kematian sebesar 85 juta," katanya.

Terkait upaya dari SBMI, pihaknya menuntut kepada pemerintah daerah, dan pusat agar penegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku sindikat penyalur tenaga kerja ilegal.

"Harus ditindak secara tegas, penegakkan hukumnya jangan tumpul, karena pelaku sindikat penyalur tenaga kerja ilegal ini masih ada," tandasnya.

detiknews


Hongkong, 
Pekerja migran asal Indonesia ditetapkan sebagai salah satu kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 oleh pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR).

"Jika di antara PMI ada yang memenuhi persyaratan dan kriteria untuk menerima vaksin COVID-19, maka silakan mendaftarkan diri di pusat vaksinasi atau klinik, rumah sakit yang ditunjuk pemerintah Hong Kong," kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA Beijing, Senin.

Ia menyebutkan beberapa kelompok prioritas tersebut adalah seluruh pekerja migran, tenaga kesehatan, pelayan publik, pekerja konstruksi, staf pelayanan transportasi umum, karyawan restoran dan tempat umum lainnya, guru dan staf sekolah, pelajar yang belajar di luar Hong Kong, serta pekerja sektor pariwisata.

Selain itu, semua orang berusia 30 tahun ke atas yang bukan dalam kelompok prioritas serta pekerja yang menjaga orang tua berusia 70 tahun ke atas juga dapat menerima vaksin.

Jumlah PMI di Hong Kong diperkirakan sekitar 170.000 orang. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan pekerja sektor informal, seperti menjaga orang tua lanjut usia.
[ads-post]
Pemerintah HKSAR mengimbau warga yang sedang mengalami demam, dalam kondisi hamil dan menyusui, memiliki keluhan khusus, alergi kronis atau riwayat kesehatan tertentu agar menunda vaksinasi dan sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri.

Konjen Ricky juga mengimbau WNI di Hong Kong tidak mudah memercayai kabar atau pemberitaan dari sumber yang tidak terpercaya terkait vaksinasi dan agar mereka merujuk pada informasi resmi, baik dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah setempat.

Pemerintah HKSAR telah menyediakan laman rujukan yang dapat diakses dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, mengenai informasi lengkap vaksinasi, yakni www.covidvaccine.gov.hk.

Bagi WNI yang hendak melakukan vaksinasi, dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman di atas dengan memilih jenis vaksin yang diinginkan, mengisi data diri, nomor identitas diri (HKID/paspor), serta nomor telpon lokal dan kemudian menetapkan waktu dan lokasi yang tersedia.

Vaksinasi dapat dilakukan di Pusat Vaksinasi Komunitas atau di beberapa klinik rawat jalan yang ditunjuk dalam laman tersebut.

Saat ini, di Hong Kong tersedia vaksin Coronavac buatan Sinovac Biotech (Hong Kong) Limited dan vaksin Comirnaty yang dikembangkan Fosun Pharma berkolaborasi dengan BioNTech.

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berencana memberikan insentif berupa sertifikat kesehatan digital kepada warga yang divaksinasi virus corona (Covid-19).

Budi menyebut sertifikat digital itu nantinya bisa digunakan oleh warga yang hendak melakukan perjalanan.

"Sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket di Traveloka, tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).


Taiwan, 
Biro kereta api Taiwan (TRA) mengumumkan mulai hari ini (23/3) mesin pembelian tiket kereta api elektrik versi terbaru mulai dioperasikan.

Selama tujuh hari terhitung mulai hari ini hingga 29 Maret masyarakat bisa membeli tiket menggunakan mesin tiket atau Ticket Vending Machine di empat stasiun kereta api seperti stasiun Taipei City, Taichung, Kaohsiung dan Hualien.
[ads-post]
Untuk memudahkan turis asing, maupun warga asing serta pekerja migran di Taiwan, mesin pembelian tiket KA versi terbaru ini menunya juga dilengkapi dengan beberapa bahasa termasuk bahasa Indonesia.

Jadi setiap calon penumpang tidak akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikan mesin pembelian tiket seperti sebelumnya yang hanya dilengkapi bahasa mandarin.

Adapun sistem pembayarannya selain menggunakan uang cash dan kartu kredit, bisa juga menggunakan aplikasi pembayaran online seperti Apple pay, Google pay serta Samsung pay.

hanitw/mbokcikrak.com


SuaraBMI - 
Ibunya dulu berstatus kaburan dan menjalin hubungan dengan pria asal Banglades, hingga akhirnya lahirlah anak yang ganteng nan rupawan ini. Namun karena status ibunya kaburan, hingga kini anak ini tak memiliki identitas resmi dari negara.

Wajahnya ganteng, berhidung mancung dan kini dirawat oleh TKI asal Madura bernama Acong yang saat ini masih bekerja di Arab Saudi, sudah 1 tahun anak ini dirawat karena ayahnya pulang ke Banglades dan tak bisa lagi dihubungi.

"Ibunya meninggal disini orang Indonesia dan bapaknya pulang ke Banglades" Kata Alman Mulyana dalam video di akun youtubenya.
[post_ads]
"Ini namanya Hisyam, jadi ini blasteran Indonesia dan Banglades" Lanjutnya.

Acong yang saat merawatnya menceritakan awal mula pertemuannya dengan Hisyam ini. "Awalmulanya itu ketika mamanya meninggal, malam itu juga bapaknya Hisyam nelpon ke orang yang deket sama ibunya Hisyam, kemudian temennya ibunya ini nelpon ke istri saya. Jadi suruh bawa kerumah saya." Kata Acong saat ditanya Alman.

Menurut Acong, sudah satu tahun Hisyam di rumah. Alman juga bertanya terkait bapaknya yang kini sudah ada dinegaranya sendiri, "Bapaknya itu udah pulang dan ditinggalin begitu saja?" Tanya Alman. "Iya" Jawab Acong.

"Bapaknya hanya berpesan, kalau pulang untuk membawa Hisyam sampai ke Indonesia", kata Acong

Acong juga bercerita, awal pertama bertemu dengan Hisyam, ia tidak bisa membaca sama sekali lalu ia ajari hingga bisa membaca huruf alpabet dan juga membaca alfatihah, dan sedikit bahasa Indonesia.

"Awalnya bertemu itu ia tidak bisa membaca sama sekali, ABC ndak bisa, baca alfatihah juga masih belum bisa" Ujarnya

Alman Mulyana juga mendoakan Acong yang mau mengadopsi anak persilangan Indonesia dan Bangladesh itu, "Semoga dilancarkan rejekinya mau mengadopsi anak persilangan Indonesia dan Banglades" Ujarnya.

Menurut Acong, bapak si anak ini tidak bisa dikontak sama sekali saat setelah pulang ke negaranya. "Ditelpon gak diangkat, sudah ndak aktif lagi" Kata Acong

"Ini anaknya ganteng ya, hidungnya mancung." Kata Alman. "Ini rencananya mau dibawa pulang sama kamu apa dipulangin ke keluarga ibunya" Tanya Alman.
[post_ads_2]
Menurut Acong, saat nanti Hisyam pulang ke Indonesia akan diantarkan ke rumah keluarga ibunya yang saat ini ada di Pontianak. "Mau dipulangi ke keluarga ibunya karena ia punya saudara" Jawab Acong.

Saat ditanya siapa nama ayahnya, ia tidak bisa menjawabnya. "Kamu tahu nama ayahmu?" Tanya Alman. Ia berbisik malu dan dan menjawab "tahu" tapi ternyata tidak tahu namanya. Acong sendiri juga tidak tahu siapa nama ayahnya Hisyam.

Alman juga berpesan kepada para TKW untuk tidak melakukan hal seperti ini dan berpikir banyak ketika menjalin hubungan dengan orang luar.

"Sekali lagi ini himbauan untuk para TKW dimanapun berada, di Saudi, Qatar, Quwait, Dubai, Hongkogn, Taiwan, Korea dan lain sebagainya, kalau mau nikah sama orang luar itu dipikir dibolak balik, jangan sampai punya keturunan, dan dia tidak tahu mau ikut siapa, kasihan ya, bukan berarti nggak boleh tapi harus mikir, jangan sampai menyengsarakan anak. Untungnya ini (Hisyam) ketemu sama orang baik, coba kalau ketemu sama orang nggak baik, dan disuruh minta minta" Ujarnya Alman.

Menurut Alman, Hisyam sangat terawat di pelihara oleh Acong dan istrinya. Kini usianya sudah 11 tahun, namun ia tak bisa sekolah di Saudi lantaran tidak punya identitas.
Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini