Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==

SUARABMI - Virus corona yang mulai muncul akhir tahun 2019 silam hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda - tanda menghilang. Makin hari makin menjadi hingga membuat banyak orang kesusahan menjalankan usahanya dan harus banting stir demi bisa bertahan hidup.

Sektor per-TKI-an adalah salah satu sektor yang paling terdampak dimana banyak calon TKI tak bisa berangkat, banyak PJTKI tutup sementara hingga banyak penyalur atau sponsor tak ada pemasukan lagi karena tak bisa memasukkan TKI.

Seperti dialami oleh pria asal Ponorogo bernama Ali Irfan ini. Ia adalah salah satu sponsor atau penyalur yang saat ini terdampak dan kehilangan pekerjaan lantaran tak bisa memasukkan TKI lagi.
[post_ads]
Kini ia banting stir jualan telur ayam ras demi mencari pemasukan untuk kelangsungan perekonomiannya.

"Saya mulai usaha sejak bulan puasa kemarin. Alhamdulillah dulu punya pengalaman ikut Mbah usaha jual beli telur di Blitar. Dari situ tahu tentang seluk beluk usaha jual beli telur" tutur Irfan memulai cerita sebagaimana diunggah oleh Semua tentang Ponorogo.

Irfan juga memanfaatkan media sosial untuk menjual telurnya secara online dan ini menurutnya sangat membantu lakunya penjualan diera saat ini.
[post_ads_2]
"System penjualan melalui online itu sangat membantu. Sedikit demi sedikit konsumen tertarik, termasuk dari kota sekitar seperti Madiun ataupun Wonogiri" tambahnya.

Nah, banyak juga para PMI yang pulang dan tidak bisa kembali. Mereka juga harus berpikir keras bagaimana bisa bertahan di Indonesia ditengah pandemi seperti ini. 

Online adalah salah satu solusi untuk berjualan dan itu harus dimanfaatkan oleh para ex TKI yang saat ini masih dirumah. Mereka pandai bermain media sosial, seyogyanya bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah.

Tak Bisa Lagi Berangkatkan TKI Karena Corona, Penyalur TKI Ponorogo Banting Stir Jualan Telur Ayam

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini