Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==

SUARABMI - 
Sebuah postingan permintaan tolong dipost dan dikirim ke redaksi suaraBMI oleh seorang TKI ABK yang bekeja di kapal China.

Dalam postingan yang diunggah oleh Riski Kurniawan, ia menceritakan kalau jari temannya putus akibat terkena kampayer.

Namun sang Kapten tidak membawanya berobat ke rumah sakit saat berlabuh di daratan China dan saat minta pulang tidak diijinkan dengan alasan bandara tutup.

"Nasib ABK asal Patebon Kendal, satu kapal dengan saya, jarinya putus terkena mesin kompayer tidak dikasih medis (tidak dibawa kerumah sakit) padahal sudah didaratan China dan tidak bisa pulang alasannya karena bandara tutup, padahal di Taiwan, di Hongkong, di Shanghai bandara buka." Ujar Riski.
[post_ads]
Riski juga mengaku kalau dia dan kawan - kawannya hanya istirahat 2 jam sehari dan sisanya untuk bekerja terus - menerus dan minta pulang tak diperbolehkan.

"Kami minta pulang dipersulit, kami kerja dengan baik, tidur 2 jam sehari kami jalani" Tulis Riski dalam curhatannya.

Ia juga mengaku sering memakan nasi basi dan bekerja diluar kewajaran namun yang paling tidak wajar menurutnya adalah temannya jarinya putus namun tak diobatkan.
[post_ads_2]
"Kerja walaupun dikasih makanan basi kami makan, kurang apa kami sebagai ABK Indonesia, kami hanya ingin minta pulang kenapa dipersulit dengan alasan tersebut" Tukasnya.

Ia berharap ada pihak - pihak terkait mau turun tangan dan membantu mereka yang saat ini sudah tidak kuar bekerja di kapal tersebut. Namun tak disebutkan, ia bekerja di kapal apa dengan nomor kapal berapa.

Lagi, Seorang TKI Asal Kendal yang Bekerja di Kapal China Jarinya Putus Terkena Kompayer, Tak Diobatkan Oleh Kaptennya dan Minta Pulang Tak Diijinkan

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini