Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==

SUARABMI - 
Hari - hari ini viral sebuah screenshort yang mengatakan kalau jenazah TKI Taiwan dan Hongkong jika meninggal karena covid19 akan dikremasi, keluarga disuruh mengikhlaskan jika hal ini terjadi. Berikut screenshortnya.
Redaksi suaraBMI pun mulai mencari kebenaran terkait berita ini dengan menghubungi berbagai pihak melalui kontributor kami.
[post_ads]
Dari hasil penelusuran, berita ini berawal terkait penyataan kemendagri, Tito Karnavian yang mengatakan teori terbaik jenazah covid adalah dibakar atau dikremasi.

"Yang terbaik, mohon maaf, saya muslim tapi ini teori yang terbaik dibakar, karena virusnya akan mati juga," kata Tito dalam sebuah webinar.

Berawal dari berita inilah, akhirnya muncul berita terkait penanganan korban covid Hongkong dan Taiwan yang menurut berbagai sumber memang dikremasi untuk menghilangkan sisa - sisa virus yang ada di jenazah tersebut.

Karena hal inilah akhirnya banyak pihak berpesan kepada TKI untuk berhati - hati menjaga protokol kesehatan karena jika positif dan meninggal tentu akan diproses sesuai protokol covid negara penempatan.

Dikutip dari Kompakine.com berikut ini pernyataan ketua umum Aspataki (Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia).

Tentu masing masing negara membuat aturan yang berbeda beda dalam hal mengurus jenazah mati karena Covid-19 termasuk Taiwan.

Saiful Ketuua umum Aspataki menyampaikan bahwa di Taiwan pemerintah akan mengkremasi atau bakar jenazah yang positif Covid-19, "bukan dikubur seperti di Indonesia," ujar Saiful

"Alasan Taiwan bakar Jenazah Covid-19 mungkin sama dengan teori Mendagri Tito Karnavian yang menimbulkan Pro dan Kotra tapi tidak di Taiwan", kata Saiful
[post_ads_2]
Lebih lanjut Saiful menjelaskan apabila ada Pekerja Migran dari manapun yang bekerja di Taiwan, kemudian meninggal karena Virus Corona maka pemerintah Taiwan akan mengkremasi jenazah tersebut dan tidak menguburkanya, jelas Saiful.

Saat ini masyarakat Indonesia yang mayoritas agama Islam harus memahami aturan masing masing negara, hal ini maaf, saya ( Saiful ) juga muslim sama dengan Mendagri, jelas secara agama Jenazah harus dikubur tapi di sisi lain kita tidak punya hak mencampuri kebijakan Taiwan yang mengkremasi atau membakar jenazah Covid-19, ujar Saiful.

Oleh karenanya Saiful berpesan kepada para Anggota Aspataki agar masalah jenazah Covid-19 di Taiwan dikremasi atau dibakar adalah keputusan Taiwan yang kita tidak bisa campur tangan. Kewajiban kita semua menjelaskan kepada para Pekerja Migran dan Keluarganya tentang aturan kremasi tersebut, Semoga Pekerja Migran kita yang ke Taiwan sehat semua sehingga kehawatiran akan kremasi dijauhkan dari kehidupan kita, Aamiin

Tanggapan KDEI Taipei
Terkait viralnya kabar ini, salah satu kontributor kami bertanya langsung ke petugas KDEI Taipei melalui pesan singkat dan KDEI Taipei memberikan jawaban seperti ini.

"Kita ikut aturan dimana kita berada dinegara tersebut mbak, sama seperti warga negara asing, ada di Indonesia, mereka harus patuh aturan negara" balas KDEI.

Dari jawaban ini kita bisa simpulkan bahwa jika suatu negara menerapkan protokol kremasi untuk korban covid, maka siapapun yang tinggal dinegara tersebut harus patuh dan tunduk aturan.

Doa kami, tidak ada satupun TKI yang meninggal dunia karena virus ini. Kami doakan semua sehat selama bekerja diluar negeri, oleh karenanya, galakkan protokol kesehatan dan ikuti aturan, jangan bandel.

Viral Jenazah TKI Taiwan dan Hongkong Akan Dikremasi Jika Meninggal Positif Corona, Ini Kata KDEI Taipei

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini