Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==


SUARABMI - 
Kabar baik untuk kalangan BMI di Hongkong dimana dalam pertemuan KJRI Hongkong dengan Departemen Tenaga Kerja Hongkong kemarin, membuahkan hasil dan kesepakatan yang membuat kita semua tersenyum.

Dalam pertemuan itu, (25/9), ada beberapa point yang dibahas bersama termasuk kenaikan gaji PMI di Hongkong dan juga pembebasan biaya penempatan sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah Indonesia.

Selain itu dibahas juga terkait peningkatan pelindungan dan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama pandemi Covid-19 terkait jam kerja berlebih, shelter agensi yang kurang memadai, bantuan keuangan, dan taman istirahat saat libur.

Terkait permintaan upah minimum, Departemen Tenaga Kerja Hongkong juga menyatakan pihaknya akan segera merespon kebijakan upah minimum terbaru bagi pekerja migran asing di Hong Kong.

Tak hanya itu, rencana penerapan kebijakan pembebasan biaya penempatan bagi PMI mulai tahun 2021 turut dibahas. Departemen Tenaga Kerja Hongkong juga menyatakan siap bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

"Melalui forum tersebut, KJRI selalu memperjuangkan peningkatan pelindungan PMI Hong Kong, termasuk aspek kesejahteraannya.", tegas Konjen Ricky dalam pernyataan secara terpisah.

Secara khusus, Departemen Tenaga Kerja mengapresiasi kerja sama dan kinerja KJRI dalam memberikan pelayanan dan pelindungan PMI, hal ini turut meringankan tugas Pemerintah Hong Kong.

Pertemuan KJRI dengan Departemen Tenaga Kerja Hong Kong merupakan forum penting guna koordinasi dan membahas solusi permasalahan yang timbul di lapangan secara komprehensif.

Update: Ternyata tidak ada kenaikan gaji tahun ini. Sabar ya kawannnn....!!!!!

#kjrihongkong

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini