Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==


SUARABMI - 
Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) bagi Dwi Susanti (30) warga asli di salah satu desa di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, ini sudah terbiasa. Karena hampir 10 tahun lamanya Dwi Susanti mencari rejeki di Hongkong dan beberapa kali pindah majikan.

Seberat apapun pekerjaan, bagi Dwi Susanti merupakan kewajiban yang harus dijalankan. Namun, jika hal yang paling pribadi yang terganggu, wanita yang akrab dipanggil Shantie mengaku sangat tertekan.

"Bayangkan, di tempat tidur saya dipasang cctv oleh bos lelaki atau anaknya nenek yang saya rawat. Padahal namanya kamar tidur ini merupakan tempat privat," ujarnya.
[post_ads]
Bagi kebanyakan orang, melalukan aktivitas pribadi sering berada di tempat tidur termasuk ganti baju. "Entah apa yang ada dipikiran majikan saya ini. Padahal harusnya tau bagaimana jika saya harus tidur dengan pakaian tipis atau saya harus ganti baju berapa kali sehari," kata Shantie, Sabtu (11/9/2020).

Karena terganggu, Shantie merasa tidak nyaman dan tidak mengerti apa motif sang majikan menaruh CCTV di kamar tidurnya. "Jika tidur kan saya dandan gitu, gemes dech rasanya. Kayak orang yang diawasi," paparnya.

Bagi Shantie, dirinya bisa dandan sopan bahkan bisa juga berpakaian tidak sopan. Di saat sang nenek dirawat di rumah sakit selama dua minggu, dirinya berada di kamar sendirian.

"Rasanya seperti diawasi, diintip karena kamera itu selalu mengawasi aku. Rasanya jadi ilfil," tambahnya.
[post_ads_2]
Shantie sering menghadapkan CCTV ke arah lain. Namun hal itu tak menyurutkan niat majikannya dengan alasan mengawasi nenek yang diasuhnya. Setelah tahu letak CCTV tidak benar, sang bos selalu membetulkan letaknya kembali ke arah tempat tidur.

"Sebenarnya bisa saya laporkan ke petugas imigrasi atau agency saya, tapi kasihan jika nenek saya ini di blacklist," ungkapnya.

Menurut pengalaman dan berbagai informasi yang diterima janda cantik ini, jika TKW mau melaporkan ke pihak imigrasi maka akan diambil tindakan berupa blacklist atau tidak dapat mengambil pembantu dari Indonesia lagi.

"Berhubung aku ini janda dan jadi tulang punggung buat masa depan putriku. Hati kecil ku ini hanya bisa menahan emosi," pungkasnya.

source: jatimtimes

Walaupun Kamar Tidur Dipasang CCTV Oleh Majikan, TKW Hongkonga asal Tulungagung Ini Pilih Bertahan Walaupun Risih Demi Hidupi Anak - Anaknya di Indone

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini