Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==


SUARABMI - 
Kabar buruk menyelimuti dunia buruh migran Indonesia hari ini, setelah beberapa waktu lalu ada aturan wajib PCR, mulai hari ini 29 desember 2020, semua TKI yang pulang tidak membawa PCR ditolak masuk kedalam pesawat dan harus membatalkan penerbangannya.

Aturan ini diadakan mulai tanggal 22 Desember namun baru hari ini ada pelarangan total di Bandara secara menyeluruh. "Hari ini tidak membawa PCR tidak bisa terbang, dan membawa PCR harus karantina di Jakarta" Ucap Mbok Cikrak yang mengalami langsung di Bandara.
[post_ads]
Di Taiwan test PCR sangatlah mahal, jika resmi ada ARC harganya kisaran NT 6ribu sampai NT 8 ribu namun tanpa ARC alias pekerja ilegal harga PCR sampai NT 12ribuan.

Selain itu dalam aturan terbaru di Indonesia disebutkan, tanpa PCR wajib karantina 5 hari dengan 2 kali test swab, namun nyatanya tanpa PCR tidak bisa pulang.

Sedangkan yang PCR wajib karantina menunggu hasil tes swab ulang selama 3 hari. Tempat untuk menunggu tetap gratis untuk para TKI.
[post_ads_2]
Selain itu, adanya strain atau jenis baru virus Covid-19 di luar negeri, Pemerintah Indonesia memberlakukan lockdown selama 14 hari, mulai 1 sampai 14 Januari 2021. Artinya, warga negara asing (WNA) dari negara manapun tidak bisa masuk ke Indonesia.
Nah, bagi sahabat BMI yang akan pulang hari ini atau besuk hingga tanggal 8 Januari, sebaiknya menyiapkan surat PCR daripada ditolak pulang. Semoga setelah tanggal 8 Januari bisa kembali pulang tanpa PCR dan semoga tidak diperpanjang dengan adanya aturan lockdown hingga 14 Januari.

Update:
Untuk karantina, sekarang tidak diwisma namun di hotel dan tetap gratis. Kamu bisa daftar melalui aplikasi eHac Indonesia, silahkan dicari di playstore.


Kabar Buruk, yang Tidak Ada PCR Hari Ini Ditolak Pulang ke Indonesia, yang Bawa PCR Akan di Test Ulang di Jakarta dan Nginep 3 Hari Tunggu Hasil Test

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini