Advertis

Banner iklan disini
==Advertise==


Taiwan 05 Februari 2021, 
Dalam siaran langsungnya hari ini, mbok cikrak memperlihatkan dirinya sedikit geram dan marah karena tuduhan beberapa oknum dan fitnahan kepada mbok cikrak yang selama ini dikenal sering membantu PMI terutama mereka yang mau pulang.

Pagi ini, setibanya di bandara, mbok cikrak langsung disamperin oleh petugas Eva Air dan mengatakan kalau ada orang yang melapor bahwa mbok cikrak mempengaruhi PMI untuk tidak tes PCR saat akan pulang.

Karena tidak pernah melakukan hal itu, tidak pernah mempengaruhi PMI untuk tidak tes PCR, hanya membantu yang tak mampu test PCR agar bisa pulang, lantas ia luapkan kemarahannya dalam live hari ini.

"Selamat pagi bapak agensi ibu agensi, saya disini tidak pernah ngomong kalau nggak usah tes PCR. Saya disini ngomong tes PCR itu diharuskan dari pemerintah kalau kalian memang mampu. Tapi kalau nggak ada tes PCR, silahkan datang kesini ke bandara. Saya tidak ngomong kalau tidak usah tes PCR" Tuturnya sambil berapi api dalam siarannya pagi ini.

Mbok Cikrak yang merasa tersinggung dituduh yang nggak nggak oleh agensi/ penerjemah, padahal di bandara sama sekali tak pernah memanfaatkan PMI lantas berceletuk, "Lek arep mbati mbatio, kalau mau untung silahkan untung tapi jangan disalahin yang disini, aku cuma bilang, siapa yang nggak bawa PCR, siapa yang nggak ada uang, silahkan datang ke maspakai, salah nggak saya?" Ujarnya langsung diaminin yang yang disana, "Tidak salah" Jawab para PMI yang akan pulang..
[ads-post]
"Kalau kalian (agensi) mau teskan PCR silahkan tes PCR tapi jangan banyak banyak ambil untung sama mereka, 7000 ya 7000 jangan 10 ribu, rumangsane esuk - esuk aku wis digas aku, tak gas genten wis" Ujarnya.

Apa yang dikatakan oleh Mbok Cikrak ini juga diaminkan oleh puluhan PMI yang kebetulan hari ini pulang ke Indonesia dan beberapa diantaranya tak mempunyai hasil tes PCR, namun tetap bisa pulang berkat dibantu bernegosiasi oleh mbok Cikrak.

Selama aturan ini diberlakukan, hanya satu hari yang tidak mempunyai PCR tak diperbolehkan pulang ke Indonesia, selain itu, masih diperbolehkan kalau alasannya memang mendesak dan tak mempunyai uang.

Sementara biaya test PCR di Taiwan sendiri adalah tanggungan para PMI, bukan dari agensi maupun majikan. Biaya PCR di Taiwan mulai 5000NT sampai NT8000 namun biasanya pihak agensi menarip lebih untuk ongkos transportasi antar jemputnya.

"Biaya PCR itu bagi yang punya ARC antara NT$5000 sampai NT$8000, kalau nggak ada ARC baru NT$9.000 lebih, nah kalian kalau dimintai, terserah mau kasih nggak" Ujar mbok Cikrak.

Menurut mbok Cikrak, mereka yang tidak ada PCR dikumpulkan dan menunggu sampai sekitar jam akhir akhir boarding, sekitar jam 7 waktu Taiwan, disana nanti pihak maskapai akan memberikan keputusan, apakah yang tidak ada PCR bisa pulang atau tidak.

Bahkan ada oknum yang memfitnah mbok cikrak memintai uang NT$3.000 bagi yang tak ada PCR agar bisa pulang, hal itu langsung dibantah oleh mbok cikrak. "Saya nggak butuh uang PCR dikasih saya, nggak usah, disini saya membantu ikhlas disini" Ujarnya.

"Terus nyalahin yang disini, memang saya untungnya apa loh, saya nggak minta duit dari kalian kok, kalian para agensi itu, saya tidak minta" Ujarnya.

Sementara itu, baik yang mempunyai PCR maupun tidak, diJakarta semua wajib menjalani karantina 5 hari dengan 2 kali tes swab. Untuk biaya di Indonesia, akan ditanggung negara jika WNI tersebut tidak mampu, namun jika merasa mampu, maka dipersilahkan bayar.

Bagi yang tidak mampu, disediakan surat keterangan tidak mampu bermeterai, dengan ini biaya hotel 750ribu selama 5 hari dan biaya test swab 850 ribu 2 kali akan digratiskan.

Dituduh Pengaruhi PMI Untuk Tidak Tes PCR dan Minta Uang ke TKI NT$3.000 Sebagai Ganti PCR, Mbok Cikrak Berikan Jawaban Telak ke Oknum Agensi yang Sel

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
Banner iklan disini